Indra Karya terutama Cabang 1 berduka………
Kemarin, hari Kamis tanggal 30 Oktober 2008 tepatnya pukul 6.30 WIB, seorang teman, rekan kerja, sahabat terbaik telah berpulang ke Yang Maha Memiliki Nafas…
Berpulang dengan hati damai dan tenang seperti yang terpancar dari wajah beliau ditengah keliling saudara dan kerabat yang ditinggalkannya…

Yach… Bu Lusiana…..
Setelah sekian lama ikhtiar usaha dan yang pasti do’a beliau untuk diberikan kesembuhan oleh Sang Penguasa Hati dan Jiwa, akhirnya Sang Maha benar-benar memberikan kesembuhan yang hakiki pada beliau..
Semoga beliau tenang disamping-Nya..

Masih teringat betul saat beliau duduk berdampingan dengan saya saat masih satu proyek (dan yang ternyata itu adalah proyek terakhirnya, karena setelah beliau pamit untuk general check up, disaat itu juga beliau harus menjalani kemo-nya sekian lama). Betapa banyak pelajaran berharga yang saya ambil dari beliau. Benar apa kata teman2 kantor – dan sepengetahuanku-, beliau adalah orang yang bersih jiwa, selalu berbaik sangka dengan sesama, siapapun.., beliau orang yang jujur, dan ikhlas.. Didalam sakitnya, tiada pernah berhenti ikhtiar dan semangat beliau –inilah hikmah terbesar yang benar-benar saya ambil dari beliau, selalu semangat dan tawakkal dibalik segala usaha, karena semua pasti berhikmah dan yang terbaik yang diberikan Tuhan-. Rasanya sungguh beruntung saya sempat mengenal dekat beliau walaupun itu hanya beberapa bulan saja.

Saya belajar untuk mengambil hikmah dari semua ini…
Betapa manusia ini hanyalah seorang hamba dari Sang Pemiliknya. Betapa nikmat nafas yang telah diberikan-Nya ini nantinya akan dimintai pertanggungan jawab. Betapa arti duniawi yang sama sekali tidak akan berarti disaat kita benar-benar menghadap kepada Sang Penguasa segala..
Akhirnya yang akan kita bawa hanyalah selembar kain putih yang melilit di badan kita, rumah megah yang akan kita tinggali hanya sebuah lobang 2 x 1 yang ditemani cacing, kasur empuk dan batal tidur kita hanya sebuah alas tanah yang lembab. Tidak ada saudara dan sahabat yang menemani, hanya kita saja. Betapa hati ini jadi miris mengingat amal perbuatan yang akan saya bawa di hadapan Ilahi nanti, disaat pertanggung jawaban atas setiap hela nafas ini..😦

Yach…. PASTI kematian akan mendatangi setiap yang berjiwa, PASTI !!. Hanya masalah waktu saja…. Bener kan?. Dan semoga pada saatnya nanti saya harus mempertanggung jawabkan setiap hela nafas ini di hadapan Sang Pemilik Nafas, saya berharap Allah menerima amal ibadah saya… karena Allah mencintai saya… Amiiin…🙂

“Ya Allah.. mudahkanlah bagi ku kelak dalam menghadapi sakaratul maut…… Amiin”

Bila waktu telah memanggil, teman sejati hanyalah amal …
Bila waktu telah terhenti, teman sejati adalah sepi …

– Terinspirasi oleh lagu Opick – Bila Waktu Tlah Berakhir -…

Thanks to mbak Atique for the title….😀

“semoga menjadi barakah atas nikmat hikmah di hari Jum’at ini, setidaknya untukku ….😉 “