Sebenarnya tema posting kali ini terinspirasi setelah aku denger tausiah Teteuh Ninik Muthmainah, istri Aa’ Gym, kemarin pagi di radio. Begitu menyejukkan dan menentramkan hati ini isi tausiah beliau. Hingga lebih membuat aku semakin “yakin”.

Ingin rasanya untuk berbagi dengan teman-temanku, dan semoga bisa saling memberi manfaat….

Jazakumullah Khairan Katsira, teuh….

QS Al-Anfaal : 2-4

2. Sesungguhnya orang-orang yang beriman[1] ialah mereka yang bila disebut nama ALLAH[2] gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.

3. (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.

4. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezki (nikmat) yang mulia.

note : [1] maksudnya orang yang sempurna imannya ; [2] yang dimaksud dengan menyebut nama Allah adalah menyebut sifat-sifat mengagungkan dan memuliakan-Nya

Sungguh pada saat ayat ini dilantunkan, bergetar hati ini. Mungkin lebih karena saking merdunya Teuh Ninik mengalunkannya🙂. Apalagi saat beliau melanjutkan dengan membacakan arti dari ayat tersebut. Ya Allah…. betapa aku merasa selama ini masih begitu jauh dari-Nya.. begitu sering aku melupakan-Nya dibanding aku mengingat-Nya. Masih banyak rasanya dosa dan kesalahan yang sudah aku kerjakan, dimana saat aku melakukannya pasti aku sedang melupakan-Nya.

Ingin rasanya pada saat nama Allah kusebut bergetar hati ini hingga ingin segera bersimpuh dihadapan-Nya untuk memohon ampun atas segala dosa, atas semua yang sudah aku perbuat selama ini. Jika hati ini bermuhasabah, Ya Allah… jangankan setiap saat mengingat dirimu, pada saat nama-Mu berkumandang disaat Adzan dengan nama kebesaran-Mu, ALLAHUAKBAR… terkadang diri ini masih sibuk dengan duniawi. Padahal itu adalah seruan-Mu Ya Allah.. untuk mengingatkan betapa kami sangat butuh Diri-Mu. Astaghfirullah…..

Tapi mungkin benar apa kata teteuh… setiap hamba pasti berproses. Jikalau dulu setan lebih menguasai diri, janganlah lupa untuk selalu meminta dan berdoa kepada Yang Maha Kuasa Allah SWT untuk selalu diberi hidayah dan petunjuk.. selalu berusaha mengingat semua kebesarannya.. mengingat kita adalah “hanya” hambanya.. Insya Allah… ke-Ridha-an ALLAH akan datang menghampiri kita…. Amin Ya Allah, Allahumma Amiinnn….

Jadi teringat dulu pada saat “sempat” ngikut pelatihan Sholat Khusyu’ [buat temen2 pengajian senin, ini pengucapannya seperti Ustadz Husein loh… dengan syiinn dan ain, biar ga salah arti😉 ]. Dipelatihan itu ada sedikit bimbingan agar kita bisa dekat dengan Allah, dimana intinya kita harus YAKIN bahwa ALLAH itu sangat dekat dengan kita, lebih dekat dari urat leher kita sendiri. Itu yang harus kita yakini. Jika kita merasa yakin Allah selalu ada didekat kita, Insya Allah semua akan indah. Pada saat pelatihan itu memang dingin yang kurasakan di tubuh ini pada saat kusebut ASMA-NYA, walaupun tidak sampe menggigil dan pingsan seperti testimoni sebagian peserta, tapi memang terasa sekali kalau kita begitu dekat dengan Sang Maha Segala, seakan dia ada disekitar kita, dan tangis ini tertumpah saking “kecil”nya kita…. Betapa aku rindu saat itu…..

Ya Allah, hanya RIDHA-mu yang aku cari….. karena aku yakin, apapun itu…. hidupku-matiku adalah “KAMU”…

Cukuplah Engkau yang menjadi “pemelihara”ku. Amiiiinnnn…

Aku sedang benar-benar belajar………

Terima kasih teteuh buat tausiahnya, juga buat bapak Ustadz Husein.. bener2 ilmu yang bermanfaat, banyak yang saya peroleh saat mengaji dengan pak ustadz. Benar-benar membuka hati saya untuk selalu ingat bahwa semua adalah karena DIA

Diposting saat istirahat untuk lebih memaknai Nisfu Sya’ban, dan agar hari Jum’at ini lebih bermakna… [setidaknya untukku😉 ], dan sekarang aku harus kembali kerja…. Maaf pak!!😉

Jum`at, 13 Sya`baan 1429/15 Agustus 2008