Semalam…. aku melihat wajah ibuku disaat beliau sedang nyenyak tertidur…..

Kulihat matanya terpejam.. tenaanngg… dengan nafasnya yang ternyata baru aku sadari tidak lagi selancar dulu.. satu-satu… (aku tahu beliau memang sedang sakit beberapa hari ini…)

Wajahnya yang tenang.. keriput yang telah mampir diseluruh wajahnya… (pasti capek sekali ibuku hari ini..). Rambutnya yang lebih banyak rambut putih dibandingkan rambut hitamnya…

Tersadar aku betapa ibu sudah begitu tua, diusianya yang sudah berkepala 6 lebih, usia yang hampir mendekati usia bapak ketika menghadap Sang Khalik..

Usia dimana semestinya beliau sudah tidak lagi memikirkan kerasnya hidup ini..

Usia yang semestinya diisi beliau dengan hanya bercanda tawa dengan kelucuan dan tingkah laku cucu2nya….

Usia yang semestinya hanya beliau isi untuk lebih dekat dengan Yang Maha Segala sebelum benar-benar meninggalkan keluarga terkasihnya…

Dan ternyata di usia yang sudah sebanyak ini, beliau masih harus berjuang untuk anaknya…

Tanpa terasa air mata ini menetes melihat dan merenungkan ini semua….

Betapa bessaaaaar sekali jasa beliau… untukku, untuk saudara-saudaraku..terutama setelah Bapak tidak ada, betapa perjuangan beliau untuk melanjutkan kewajiban sebagai orangtua, sendiri tanpa bapak, sangatlah berat dengan segala macam watak, tingkah laku dan problema hidup anaknya. Tapi ibu tidak pernah mengeluh, dan dengan sabar melalui ini semua.. (SubhannAllah…. Betapa Allah sangat memuliakan seorang wanita dengan kelebihannya itu). Beliau yang selalu berada digaris depan untuk membela anaknya yang dalam kesulitan dan (mungkin) terdholimi, dan aku bisa mengerti alasannya… Beliau yang selalu ada disetiap curhat dan masalah anak-anaknya, dan aku yakin beliau tahu dan mengerti walaupun putranya tidak bercerita. Beliau yang selalu tanpa lelah memberi nasehat untuk kebaikan anaknya..

Ibu…

Maafkan aku bila selama ini banyak berdosa kepadamu, maafkan anakmu ini apabila menambah bebanmu di sisa usiamu, maafkan apabila aku belum bisa memberikan yang terbaik untukmu.

Aku yakin engkau selalu mendoakan anak-anakmu di setiap sholatmu, disetiap sholat malam yang selalu tanpa lelah kau panjatkan ke hadirat Allah setiap malam. Aku yakin selalu terselip doa pada setiap nasehat-nasehatmu. Terima kasih ibu..

Ibu…

Insya Allah, kalau Allah mengijinkan dan memberi kemampuan, tak akan kubiarkan ada yang menyakiti hatimu lagi, tak akan kubiarkan ada yang menambah beban hati dan pikiranmu. Aku ingin engkau selalu bahagia di usiamu ini.

Ya Allah… berikanlah aku kekuatan dan kesempatan untuk selalu dapat memuliakannya.

Ya Allah… berikanlah aku kekuatan dan kesempatan untuk selalu dapat membahagiakannya.

Ya Allah… berikanlah padanya usia yang barakah sehingga bisa mengantar semua anak-anaknya seperti yang diharapkannya.

Rabbighfirlii waliwaa lidaiya warhamhuma kamaa rabbayani saghiraa…. Ya Allah… ampuni aku dan kedua orang tuaku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi aku diwaktu kecil. Amiin..

Gak terasa air mata ini semakin deras menetes dan ibu sedikit bergerak membetulkan letak tidurnya. Segera kuhapus air mata ini, aku gak mau beliau melihatku menangis dan pasti akan bertanya “Ada apa?” dan aku pasti tak mampu untuk menjawabnya.

Kucium keningnya , lalu aku tidur disampingnya dan kurangkul beliau dalam pelukanku…. Hangat……

Ibu…

Hormat dan cintaku selalu untukmu…

I love you Bunda……… muaacchhh……